Thursday, December 23, 2010

Pajak Progresif. Fix?

Abis jalan2 cari2 berita, dan mendadak kedengeran lagi wacana pemerintah soal pajak progresif.

Jakarta - Pemerintah daerah DKI Jakarta akhirnya memutuskan nasib pajak kendaraan bermotor progresif untuk pemilik kendaraan lebih dari satu unit.

Rencananya pajak progresif akan segera diberlakukan segera pada tahun 1 Januari 2011 mendatang.

Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana kepada detikOto, Jumat (4/6/2010).

Ini merupakan hasil rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. "Pajak progresif akan segera diberlakukan mulai 1 Januari 2011 mendatang," ungkapnya.

Skema besaran pajak progresif yang akan diberlakukan adalah 1,5 persen untuk kepemilikan pertama, 1,75 persen untuk kepemilikan kedua, 2,5 persen untuk kepemilikan ketiga dan 4 persen untuk kepemilikan keempat dan seterusnya.

"Itu sudah fixed," tegasnya.

Sedangkan untuk kendaraan bermotor non pribadi seperti kendaraan bermotor milik badan akan dikenakan pajak sebesar 1,5 persen.

Sementara kendaraan bermotor milik pemerintah dan instansinya seperti kendaraan TNI, kendaraan Polri dan kendaraan Pemda akan dikenakan pajak masing-masing sebesar 0,5 persen. Dan untuk angkutan umum pajaknya turun dari dari 1 persen
menjadi 0,5 persen.

"Karena ada pajak progresif ini, maka pajak kendaraan bermotor lain seperti PKB
(Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBN (Bea balik Nama) tidak dinaikkan," jelas politisi dari PKS ini. ( syu / ddn )

Dan untuk kali pertama, gw setuju sama yang namanya Roy Suryo.

Jakarta - Pajak progresif rencananya akan diberlakukan mulai tahun depan. Tapi bagi anggota DPR, Roy Suryo ini adalah kebijakan yang aneh dan malah cenderung mengajari masyarakat untuk berbuat jahat. Lho kok bisa ya?

"Pajak Progresif itu aneh, mengajari masyarakat untuk jahat. Karena dengan pajak progresif itu masyarakat kan jadi mengkalinya dengan mendaftarkan kendaraannya atas nama istrinya, anaknya, saudaranya. Ini kan tidak benar," papar anggota Komisi I DPR ini di sela-sela pembukaan pameran mobil klasik di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (23/22/2010).

Lebih lanjut Roy mengungkapkan kalau perlu tidak ada kebijakan seperti itu. "Toh kalau pun ada yang punya 10 mobil tidak mungkin dipakai semua kok. Yang penting kan mereka bayar pajak," cetusnya.

Selain itu bila disangkutkan dengan argumen kalau mobil-mobil berusia tua cenderung tidak ramah lingkungan, Roy pun kembali membantahnya.

"Para pemilik mobil klasik sangat menjaga kondisi kendaraanya. Emisi selalu dijaga. Lagi pula, mobil ini kan jarang dipakai. Tidak dipakai setiap hari dan belum tentu dipakai tiap minggu. Jadi polusinya sangat tidak signifikan bila dibandingkan mobil harian," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah khususnya DKI Jakarta akan segera memberlakukan pajak progresif mulai tahun 2011 mendatang. Dengan pajak tersebut, para pemilik kendaraan lebih dari 1 akan dibebani pajak berkali lipat sesuai dengan jumlah kendaraan yang mereka miliki.

Usia Kendaraan Jangan Dibatasi

Roy punb meminta usia kendaraan di Jakarta tidak dibatasi. Jika dibatasi para pengguna mobil tua akan terkena getahnya. Para pemilik kendaraan khususnya mobil klasik menurutnya telah banyak memberikan manfaat ke pemerintah terutama lewat pajak yang dia bayarkan.

"Pembatasan usia kendaraan itu aneh. Saya menentang. Para pemilik kendaraan klasik kan juga bayar pajak," tegasnya.

Khusus untuk mobil klasik, pajak yang dibayarkan ini sangat positif. Sebab meski membayar pajak, toh para kolektor mobil klasik tidak menggunakan mobil ini untuk kegiatan harian.

"Saya jamin, para pemilik kendaraan klasik ini belum pasti tidak pakai mobilnya untuk harian. Belum tentu juga seminggu sekali atau sebulan sekali mereka pakai. Jadi disini kan pemerintah untung karena mereka bayar pajak tapi tidak memakai jalan," papar Roy.

Deputi Gubernur Bidang Industri dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Husodo secara tersirat langsung setuju dengan Roy.

"Apakah anda setuju dengan pembatasan usia kendaraan? Mobil klasik itu barang yang sangat berharga, tidak hanya berharga mahal, tapi juga memiliki ikatan emosional ke pemiliknya," imbuh Sutanto.

Koleksi mobil dan motor klasik di Indonesia juga menurutnya sungguh menyenangkan. "Tidak jarang motor dan mobil yang sudah tidak ada lagi di negeri asalnya bisa kita jumpai di Indonesia," pungkasnya.( syu / ddn )

Komentar gw? Udah keburu males ngasih komentar. Kayak yang pernah gw bilang di post yang kemarin2, uang udah jadi segala2nya. Dan gw masih bingung sama rencana pemerintah ke depannya, mau bikin negara lebih baik, atau cuma mau meraup uang yang lebih banyak? Banyak dampak negatif dan sasaran2 yang nggak sesuai juga dari rancangan peraturan yang ini. Nggak perlu gw jabarkan lah, gw rasa kalian bisa nemuin sendiri poin2nya. Ini dari segi pandangan gw pribadi ya, nggak tau pandangan kalian gimana.

Sumber :

4 comments:

  1. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
    keep update! Model Mobil

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas informasinya
    sungguh bermanfaat artikel ini..thanks for share
    mobil sport

    ReplyDelete
  3. Harga Isuzu Panther BekasApril 19, 2014 at 9:59 AM


    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Isuzu Panther bekas

    ReplyDelete

  4. terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) NOAH

    ReplyDelete