Tuesday, March 22, 2011

Grassroot Bicycle

Sekarang gw mau ngebahas tentang grassroot fixed gear bicycle, yang gw maksud grassroot di sini adalah gimana caranya lo ngebangun sebuah sepeda fixed gear dengan biaya yang semurah-murahnya. Gw akan nerangin step-by-stepnya berdasarkan pengalaman pribadi.

Sebelumnya, gw mau ngasih tau tentang anatomi sepeda dulu.



1 hal yang mau gw kasih tau, akan lebih murah klo basicnya lo beli/punya sepeda fullbike (sepeda jadi) bekas yang siap gowes daripada beli terpisah (beli pretelan). Sekarang gw mau ngasi contoh mempraktekan prinsip murah meriah cihuy berdasarkan pengalaman gw sendiri.

Langkah pertama, siapin sepeda jadi (siap gowes). Klo mau beli, cari yang harga sama kondisinya reasonable, terutama kondisi frame dan velg, ada karat atau korosi apa nggak, karat sebenernya sih nggak apa selama nggak keropos.

Di atas ini kondisi awal sepeda gw sewaktu masih jadi roadbike, dapet dengan kondisi bagus dan warna chrome asli pabrikan dengan sedikit karat tanpa keropos, seharga Rp 850.000.

Langkah kedua, lepas dan pretelin hal-hal yang nggak diperluin. Contohnya, pemindah gigi dan perangkatnya (FD, RD, kabel-kabel, gear belakang). Klo mau bikin brakeless tinggal lepas aja remnya. Di sepeda gw, semua kabel dan perangkat yang seliweran gw copot, kecuali rem depan (safety first, bung!).

Langkah selanjutnya, ngebuat gear belakang jadi fixed. Cara yang paling gampang itu cukup dengan beli cog (gear belakang) besi/baja, lalu dilas titik di hub (poros).

Keliatan las-lasannya? Biaya yang gw keluarin buat cog (dapetnya rasio 18) Rp 20.000, dan las Rp 10.000. Klo abis dilas, cek lagi pelor-pelor sama gemuk di dalem hubnya, takutnya meleleh. Soal gear depan, cukup lepas rasio-rasio kecil yang di crank, jadi yang dipake cuma rasio paling besar. Klo rantai, selama rantai dari sepeda lama masih bisa dipake, pake aja, berhubung rantai lama gw nggak bisa dipake gara-gara kekecilan, gw ganti rantai murmer seharga Rp 25.000.

Selanjutnya, ganti barang-barang yang perlu diganti. Klo barang bawaan dari sepedanya masih bagus, pake aja dulu. Hal paling standart sih setel jari-jari, dan ban ganti klo udah botak, atau ganti kampas rem klo emang mau pake rem. Pedal, crank, stang, velg, seatpost, ban, sadel, dan yang lainnya, klo masih bagus mending nggak usah diganti demi menekan pengeluaran. Cost yang dikeluarkan buat service total di bengkel sepeda Rp 10.000.

Next, karena gw dapet sepedanya pake stang kapal (flatbar, red), jadi gw ganti pake stang bullhorn seharga Rp 85.000, pengeluaran ini bisa ditiadakan klo sepeda lo udah pake dropbar atau flatbar dari sananya. Dan karena biasanya seatpost bawaan itu pendek-pendek dan tinggi gw sekitar 180 cm, jadi mau nggak mau gw harus ganti pake yang lebih panjang demi ngejar ergonomi kaki gw, gw beli seharga Rp 85.000, dan lagi-lagi pengeluaran ini bisa dihapus klo panjang seatpost asli sepeda lo bisa mengakomodir ergonomi badan lo.

Dan, voila! Jadilah fixed gear dengan rasio 48-18 :



Rincian biaya :
Fullbike : Rp 850.000
Service : Rp 10.000
Cog+las : Rp 30.000
Rantai : Rp 25.000
Stang : Rp 85.000
Seatpost : Rp 85.000

TOTAL : Rp 1.085.000

Pengeluaran total di atas itu pengeluaran total gw. Bisa lebih ditekan lagi di pengeluaran fullbike, seatpost, stang, dan rantainya. Dan nilai plus klo warna framenya masih bagus. Oh iya, gambar hasil di atas itu sepeda gw pake toeclip di pedalnya, itu adalah hasil pinjeman, jadi nggak dimasukin ke dalam hitungan, hehe. Mungkin aja dengan Rp 850.000 sepeda lo udah jadi, nggak menutup kemungkinan, kan? Masih banyak trik-trik lain untuk menekan pengeluaran.

Di sini gw pengen membuktikan klo nggak selamanya ngebangun sepeda fixed gear itu mahal, kecuali klo emang mau ngebangun trackbike. Dan gw pengen menghilangkan anggapan klo fixed gear itu mahal, dan juga menghilangkan doktrin bahwa semakin mahal semakin bagus. Bukan nggak mungkin kan sepeda murmer begini bisa ngalahin sepeda yang harganya selangit di lintasan? Mahal nggak menjamin kemenangan dan/atau kecepatan sampai tujuan, semua balik lagi ke kaki joki sepedanya.

Parts yang dipakai di atas adalah parts murah meriah, target awal adalah single speed fixed yang gowesable, bisa untuk skid, tapi tidak dianjurkan untuk mid-skid atau skipping, karena dijamin rantai akan rontok, nggak kuat nahan beban.

Dan 1 lagi, perangkat roadbike yang gw pretelin, gw simpen siapa tau suatu saat gw pake lagi klo pengen berubah kiblat ke vintage roadbike.



NOTE : TIDAK DIANJURKAN BRAKELESS, KEEP SAFETY, PAKAILAH TOECLIP, STRAP, DAN/ATAU REM DEPAN DEMI KEAMANAN DI JALAN.

5 comments:

  1. 1 juta ternyata, gw kira...
    ----____----"

    ReplyDelete
  2. Ga nyangka kan? Barang2 gw mah bukan barang mahal, cuma "keliatannya" aja mahal :)) Maklum, kantong mahasiswa, hahahahaha.

    ReplyDelete
  3. ane ngrakit sendiri abis 900ribuan... tapi ada beberapa part yang ane udah punya, sepasang rim araya. kalo rimnya ikut diitung ya sekitar sejuta juga. sisanya ane beli part yang kualitas menengah ke bawah... :)
    keren bro sepeda ente...

    ReplyDelete
  4. Iya bos, gw juga ngebangun ini mahal di sepeda bahannya, hahaha. Biar murmer yang penting bisa digowes, daripada sepeda mahal tapi cuma dijadiin berhala (re: dipajang doang) :D Makasih bos, ehehe.

    ReplyDelete
  5. gak berat apa kak ?
    gear belakang kecil banget?

    ReplyDelete